Dalam
dunia pendidikan, kecerdasan sering kali menjadi tujuan utama, saking pentingnya
sampai dibuat lingkup bagian yang lebih kecil, mulai dari kecerdasan IQ
(intelektual), sampai pada EQ (Emosional), SQ (Sosial). Akan tetapi kesemuanya
itu masih memberikan pembatasan yang berorientasi pada dunia. Lalu bagaimana
menurut Islam, orang
yang cerdas itu?
Suatu
ketika ada lelaki Anshor yang bertanya, “Siapa
orang mukmin yang paling cerdas?”, kemudian Nabi Muhammad menjawab,”Yang paling banyak mengingat mati
(muhasabah), kemudian paling baik dalam mempersiapkan kematian, itulah yang
paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy dari Ibnu Umar ra.)
Mengapa
ketika di dunia ini kudu cerdas
mempersiapkan akhirat?
karena
hidup kita di dunia terlalu singkat apabila dibandingkan dengan hidup di
akhirat. Oleh karena itu ke-singkat-an waktu ini kudu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya biar gak rugi.
Allah
SWT berfirman :
”Dan sesungguhnya satu hari (menurut perhitungan
Tuhanmu) adalah seperti 1000 tahun menurut perkiraanmu,” (Q.S. Al Hajj:47).
“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian
(urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun
menurut perhitunganmu.” (Q.S As-Sajadah:5).
Berdasarkan
dua ayat tersebut menjelaskan
tentang perbandingan antara waktu hari ini di dunia dengan waktu di akhirat
kelak. apabila kita kalkulasi secara matematis
maka perbandingan antara hari di dunia dan hari diakhirat adalah :
1
hari di akhirat = 1.000 tahun di dunia
Dengan
menggunakan statistik demografi, harapan hidup penduduk Indonesia yang
didasarkan pada UNDP PBB, harapan hidup penduduk indonesia mencapai 69,4 tahun.
Menurut CIA World Fatcbook menyebutkan angka 70,7 tahun. Ambil rata-rata saja
70 tahun. Maka dengan ini harapan hidup penduduk indonesia apabila
dikonversikan kedalam kehidupan akhirat menjadi :
70
tahun dunia = 70/1000 hari akhirat
=
0,07 hari akhirat
Dalam
1 hari di bumi semua orang mempunyai waktu 24 jam, apabila dalam sehari di
akhirat juga 24 jam, maka harapan hidup penduduk indonesia di dunia
=
0,07 hari akhirat x 24 jam/hari akhirat
=
1,68 jam.
SUBHANALLAH....
ALLAH AKBAAR....
Kita
hidup di dunia ini hanyalah sekitar 1,68 jam,
betapa sangat singkat sekali.
Tepat
cocok dengan unen-unen orang jawa
bahwasannya kehidupan di dunia ini hanya sekedar mampir ngombe, mampir
untuk menyiapkan perbekalan yang dibutuhkan dalam persiapan menjalani
perjalanan jauh yang lebih lama dan kekal, dan itulah kehidupan akhirat.
Kemudian muncul pertanyaan, Dalam
waktu yang sangat
singkat ini apakah memungkinkan kita
bisa
untuk menyiapkan perbekalan dari perjalanan yang sangat lama dan kekal??? Jawabnya, adalah sangat BISA sekali!.. Bagaimana
caranya???
Tips
dari Rasulullah yaitu mengisi
waktu yang ada dengan beramal. amalan ringan namun
berpahala besar, “al-A’maal al-Mudhoo’afah” (amalan-amalan yang
berlipat ganda), beberapa diantaranya
amalan tersebut adalah :
1.
Silaturahmi
Rosululloh bersabda :
“Barangsiapa ingin dilapangkan rejekinya dan dipanjangkan umurnya, maka
hendaknya menyambung (tali) silaturahminya.” (HR. al-Bukhori dan Muslim).
2. Sholat Dhuha
Secara medis lipatan
organ tubuh seseorang berjumlah tiga ratus enam puluh lipatan/persendian. “Setiap persendian dari salah seorang di
antara kalian pada setiap paginya memiliki kewajiban sedekah, sedangkan setiap
tasbih itu sedekah, setiap tahmid itu sedekah, setiap tahlil itu sedekah,
setiap takbir itu sedekah, memerintahkan kepada yang makruf itu sedekah dan
mencegah dari yang mungkar itu sedekah, tetapi semuanya itu dapat terpenuhi
dengan melakukan shalat 2 rakaat dhuha” (HR. Muslim)
3.
Sholat lima waktu di
masjid
“Barangsiapa keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk sholat
fardhu, maka pahalanya seperti pahala haji.” (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh
al-Albani).
Yang lebih utama adalah keluar
dari rumahnya sudah dalam keadaan suci, bukan bersuci di masjid, kecuali dalam
keadaan terpaksa dan darurat.
4.
Puasa
“Tiada seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah melainkan Allah
menjauhkannya karena puasa itu dari neraka selama 70 tahun” (HR. Bukhari)
“Puasa 3 (tiga) hari pada setiap bulan merupakan puasa sepanjang masa”
(HR. Bukhari-Muslim)
5.
Dzikir
“Barangsiapa mengucapkan: (LAA ILAHA ILLALLAH) sehari seratus kali,
maka baginya seperti memerdekakan 10 budak, dan dicatat baginya 100
kebaikan,dan dihapus darinya 100 kesalahan, serta doanya ini menjadi perisai
baginya dari syaithan pada hari itu sampai sore. Dan tak seorangpun yang mampu
menyamai hal itu, kecuali seseorang yang melakukannya lebih banyak darinya”.
Dan beliau bersabda: “Barangsiapa mengucapkan: (SUBHANALLAH WA BI
HAMDIH) satu hari 100 kali, maka dihapuskan dosa-dosanya sekalipun seperti buih
di lautan”(HR. Bukhari-Muslim)
6.
Jihad di jalan Allah
“Bersiap siaga satu hari di jalan Allah adalah lebih baik daripada
dunia dan seisinya, dan tempat pecut salah seorang kalian di surga adalah lebih
baik daripada dunia dan seisinya” (HR. Bukhari)
“Kedudukan seseorang yang shof (jihad) fi sabilillah lebih baik daripada ibadah
enam puluh tahun.” (HR. al-Hakim dan dishohihkan oleh al-Albani)
Jihad tidak hanya diartikan
dengan ikut berperang di medan laga akan tetapi juga bisa dilakukan dengan
bersungguh-sungguh dalam menegakkan kalimat Allah dimuka bumi misalkan aktif
dalam mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an (TPA).
Ayo kita sibukkan
malaikat Raqib dalam mencatat amal-amalan kita, tapi kita yang melaksanakannya tidak merasa
berat.. J


Posting Komentar