Selamat datang di FOKUS TPQ MUSUK BOYOLALI

Manusia paling Cerdas

Kamis, 11 April 20130 komentar


Dalam dunia pendidikan, kecerdasan sering kali menjadi tujuan utama, saking pentingnya sampai dibuat lingkup bagian yang lebih kecil, mulai dari kecerdasan IQ (intelektual), sampai pada EQ (Emosional), SQ (Sosial). Akan tetapi kesemuanya itu masih memberikan pembatasan yang berorientasi pada dunia. Lalu bagaimana menurut Islam, orang yang cerdas itu?
Suatu ketika ada lelaki Anshor yang bertanya, “Siapa orang mukmin yang paling cerdas?”, kemudian Nabi Muhammad menjawab,”Yang paling banyak mengingat mati (muhasabah), kemudian paling baik dalam mempersiapkan kematian, itulah yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy dari Ibnu Umar ra.)
Mengapa ketika di dunia ini kudu cerdas mempersiapkan akhirat?
karena hidup kita di dunia terlalu singkat apabila dibandingkan dengan hidup di akhirat. Oleh karena itu ke-singkat-an waktu ini kudu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya biar gak rugi.
Allah SWT berfirman :
”Dan sesungguhnya satu hari (menurut perhitungan Tuhanmu) adalah seperti 1000 tahun menurut perkiraanmu,” (Q.S. Al Hajj:47).
“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (Q.S As-Sajadah:5).
Berdasarkan dua ayat tersebut menjelaskan tentang perbandingan antara waktu hari ini di dunia dengan waktu di akhirat kelak. apabila kita kalkulasi secara matematis maka perbandingan antara hari di dunia dan hari diakhirat adalah :
1 hari di akhirat = 1.000 tahun di dunia
Dengan menggunakan statistik demografi, harapan hidup penduduk Indonesia yang didasarkan pada UNDP PBB, harapan hidup penduduk indonesia mencapai 69,4 tahun. Menurut CIA World Fatcbook menyebutkan angka 70,7 tahun. Ambil rata-rata saja 70 tahun. Maka dengan ini harapan hidup penduduk indonesia apabila dikonversikan kedalam kehidupan akhirat menjadi :
70 tahun dunia = 70/1000 hari akhirat
                         = 0,07 hari akhirat
Dalam 1 hari di bumi semua orang mempunyai waktu 24 jam, apabila dalam sehari di akhirat juga 24 jam, maka harapan hidup penduduk indonesia di dunia
= 0,07 hari akhirat x 24 jam/hari akhirat
= 1,68 jam.
SUBHANALLAH.... ALLAH AKBAAR....
Kita hidup di dunia ini hanyalah sekitar 1,68 jam, betapa sangat singkat sekali.
Tepat cocok dengan unen-unen orang jawa bahwasannya kehidupan di dunia ini hanya sekedar mampir ngombe, mampir untuk menyiapkan perbekalan yang dibutuhkan dalam persiapan menjalani perjalanan jauh yang lebih lama dan kekal, dan itulah kehidupan akhirat.
Kemudian muncul pertanyaan, Dalam waktu yang sangat singkat ini apakah memungkinkan kita bisa untuk menyiapkan perbekalan dari perjalanan yang sangat lama dan kekal??? Jawabnya, adalah sangat BISA sekali!.. Bagaimana caranya???
Tips dari Rasulullah yaitu mengisi waktu yang ada dengan beramal. amalan ringan namun berpahala besar, “al-A’maal al-Mudhoo’afah” (amalan-amalan yang berlipat ganda), beberapa diantaranya amalan tersebut adalah :
1.      Silaturahmi
Rosululloh bersabda :
“Barangsiapa ingin dilapangkan rejekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya menyambung (tali) silaturahminya.” (HR. al-Bukhori dan Muslim).
2.      Sholat Dhuha
Secara medis lipatan organ tubuh seseorang berjumlah tiga ratus enam puluh lipatan/persendian. “Setiap persendian dari salah seorang di antara kalian pada setiap paginya memiliki kewajiban sedekah, sedangkan setiap tasbih itu sedekah, setiap tahmid itu sedekah, setiap tahlil itu sedekah, setiap takbir itu sedekah, memerintahkan kepada yang makruf itu sedekah dan mencegah dari yang mungkar itu sedekah, tetapi semuanya itu dapat terpenuhi dengan melakukan shalat 2 rakaat dhuha” (HR. Muslim)
3.      Sholat lima waktu di masjid
“Barangsiapa keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk sholat fardhu, maka pahalanya seperti pahala haji.” (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh al-Albani).
Yang lebih utama adalah keluar dari rumahnya sudah dalam keadaan suci, bukan bersuci di masjid, kecuali dalam keadaan terpaksa dan darurat.
4.      Puasa
“Tiada seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah melainkan Allah menjauhkannya karena puasa itu dari neraka selama 70 tahun” (HR. Bukhari)
“Puasa 3 (tiga) hari pada setiap bulan merupakan puasa sepanjang masa” (HR. Bukhari-Muslim)
5.      Dzikir
“Barangsiapa mengucapkan: (LAA ILAHA ILLALLAH) sehari seratus kali, maka baginya seperti memerdekakan 10 budak, dan dicatat baginya 100 kebaikan,dan dihapus darinya 100 kesalahan, serta doanya ini menjadi perisai baginya dari syaithan pada hari itu sampai sore. Dan tak seorangpun yang mampu menyamai hal itu, kecuali seseorang yang melakukannya lebih banyak darinya”.
Dan beliau bersabda: “Barangsiapa mengucapkan: (SUBHANALLAH WA BI HAMDIH) satu hari 100 kali, maka dihapuskan dosa-dosanya sekalipun seperti buih di lautan”(HR. Bukhari-Muslim)
6.      Jihad di jalan Allah
“Bersiap siaga satu hari di jalan Allah adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya, dan tempat pecut salah seorang kalian di surga adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya” (HR. Bukhari)
“Kedudukan seseorang yang shof (jihad) fi sabilillah lebih baik daripada ibadah enam puluh tahun.” (HR. al-Hakim dan dishohihkan oleh al-Albani)
Jihad tidak hanya diartikan dengan ikut berperang di medan laga akan tetapi juga bisa dilakukan dengan bersungguh-sungguh dalam menegakkan kalimat Allah dimuka bumi misalkan aktif dalam mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an (TPA).
Ayo kita sibukkan malaikat Raqib dalam mencatat amal-amalan kita, tapi  kita yang melaksanakannya tidak merasa berat.. J
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2013. FOKUS MUSUK BOYOLALI - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger Support : Cara Gampang | Johny Template