Selamat datang di FOKUS TPQ MUSUK BOYOLALI

Melabuhkan Cinta

Selasa, 09 April 20130 komentar

Tentang cinta....
             Sewaktu masih kecil,Husain (cucu Rasulullah Saw.) bertanya kepada ayahnya, Sayidina Ali ra: “Apakah engkau mencintai Allah?” Ali ra menjawab, “Ya”.  Lalu Husain bertanya lagi: “Apakah engkau mencintai kakek dari Ibu?” Ali ra kembali menjawab, “Ya”. Husain bertanya lagi: “Apakah engkau mencintai Ibuku?” lagi-lagi Ali menjawab, “Ya”. Husain kecil kembali bertanya: “Apakah engkau mencintaiku?” Ali menjawab, “Ya”. Terakhir si Husain yang masih polos itu bertanya, “Ayahku, bagaimanaengkau menyatukan begitu banyak cinta di hatimu?” kemudian Sayidina Ali menjelaskan: “Anakku, pertanyaanmu sungguh hebat ! Cintaku kepada kakek dari Ibumu (Nabi Saw.), Ibumu (Fatimah ra) dan kepada kamu sendiri adalah karena cinta kepada Allah”. Karena sesungguhnya semua cinta itu adalah cabang-cabang cinta kepada Allah Swt.Setelah mendengar jawaban ayahnya itu Husain tersenyum mengerti.

“..adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.”
(QS. Al Baqarah (2) : 6)
Cinta, kemana berlabuh....
            Sudah selayaknya seorang Mukmin menempatkan rasa cintanya dengan cara yang benar dengan tidak memalingkannya kepada selain Allah sebagai bukti atas keimanan mereka.
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.  Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.” (QS. Al Baqarah (2): 165) Maknanya, orang-orang beriman itu lebih besar kecintaannya kepada Allah dibandingkan kecintaan orang-orang musyrik kepada tuhan-tuhan tandingan selain Allah.

“Katakanlah, “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. At Taubah (9): 24)

Menimbang rasa....

Ketulusanmu untuk-Nya
            Ketika seorang mukmin cinta akan Rabb-Nya maka kecintaannya kepada Allah tidak boleh mengharapkan pahala atau untuk menghindarkan siksa, tetapi semata-mata berusaha melaksanakan kehendak-Nya, dan melaksanakan apa yang bisa menyenangkan-Nya sehingga Ia kita agungkan. Tentang hal ini,   Rabi’ah al ‘Adawiyah bertutur dalam bait doanya, “Oh Tuhan, jika aku menyembah-Mu karena takut akan api neraka maka bakarlah aku di dalamnya. Dan jika aku menyembah-Mu karena berharap surga, maka campakkanlah aku darinya; tapi, jika aku menyembah-Mu karena Engkau semata, maka janganlah Engkau sembunyikan keindahan-Mu yang abadi.” Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Ada hamba yang beribadah karena ingin mendapatkan imbalan, itu ibadahnya kaum pedagang. Ada hamba yang beribadah karena takut siksaan, itu ibadahnya para budak.  Dan ada sekelompok hamba yang beribadah karena cinta kepada Allah Swt., itulah ibadahnya orang mukmin.” Seorang pecinta akan berhias wangi dan rapi dalam shalatnya melebihi saat pertemuan dengan orang yang paling ia sukai sekalipun.

Kedekatanmu bersama-Nya
            Cinta kepada Alah menjadikan seorang mukmin selalu ingin dekat dengan kekasihnya (Allah Swt.), ingin berlama-lama munajat di hadapan-Nya.  “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap...” (QS. As Sajdah (32) : 16).

Dilanda rindu
Satu tanda cinta hamba pada Tuhan-Nya adalah kerinduan yang sangat untuk segera bertemu.  Ketika waktu shalat telah tiba, ia bersegera menunaikannya tanpa menundanya, karena itulah saat pertemuan dengan Tuhan-Nya.  “Barangsiapa yang merindukan bertemu dengan Allah, maka Allahpun merindukan bertemu dengannya.  (HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasa’i)  Maka,  adakah engkau rindu pada-Nya....
           
Ketaatanmu pada-Nya
“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin bila mereka diseru kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) diantara mereka, ialah ucapan,”Kami mendengar dan kami taat.  Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. An Nur (24) : 51)
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukminhendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab (33) : 59) Ketika ayat tentang kewajiban berjilbab ini turun, maka para wanita mukminah kala itu bersegera mengenakannya dengan kain seadanya tanpa banyak alasan dan pertimbangan.

Pengorbanan yang niscaya
            Cinta memang identik dengan pengorbanan, bahkan hingga jiwa dan raga sekalipun. Hal ini sudah dibuktikan Nabi Muhammad Saw. ketika ditawari kedudukan yang mulia atau isteri yang cantik rupawan agar mau berhenti berdakwah. Maka dengan kobaran cinta yang menyala pada Allah Swt., Rasulullah Saw. mengatakan kepada pamannya,”Wahai Paman, seandainya matahari mereka letakkan di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan dakwah ini maka aku tidak akan meninggalkannya hingga Allah memenangkanku atau aku binasa karenanya.”


Mengingat-Nya selalu
            “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya aku ingat (pula) kepadamu.” (S. Al Baqarah (2) : 152)  “Dan ingatlah Allah sebanyak-banyakamu agar kamu beruntung.” (QS. Jumu”ah (62) : 10)   

Surat cintanya
            “Sesungguhnya orang-orang beriman itu mereka yang apabila disebut nama Alah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami beriakan kepada mereka.” (QS. Al Anfal (8) : 23)
            Al Qur’an adalah kalamullah, ia adalah surat cinta Allah untukmu, ia penunjuk jalanmu, pembeda yang haq dan batil, obat penawar, dan pelipur lara. Maka, iqra”...bacalah, pahami, dan kerjakan apa yang dikandungnya. Engkau akan dapati, cintamu pada-Nya semakin indah. Wallahua’lam bisshawab
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2013. FOKUS MUSUK BOYOLALI - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger Support : Cara Gampang | Johny Template